Sempat Baku Hantam, Dua Kelompok Pendukung Calon Kuwu Berdamai

Hukum

 

koranpotensi.com-Indramayu

Dua kelompok pendukung calon kuwu atau calon Kepala Desa Tegalwirangrong Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu akhirnya sepakat berdamai.
Kedua kelompok pendukung kuwu ini sebelumnya terlibat baku hantam saat agenda pengundian nomor urut di balai desa setempat beberapa waktu lalu.
Informasi yang berhasil dihimpun Minggu 25 April 2021 menyebutkan, kedua kelompok pendukung kuwu dihadirkan dalam agenda perdamaian yang difasilitasi Polsek Sukagumiwang, Sabtu 24 malam.
Tim sukses kedua pendukung dan oknum warga yang sempat terlibat baku hantam ikut dihadirkan. Tak ketinggalan, ikut hadir calon kuwu masing-masing yakni Tapsir (nomor urut 1) dan Saepudin (nomor urut 2).
Dari hasil musyawarah disepakati, kedua kelompok pendukung calon kuwu berdamai dan saling memaafkan. Mereka juga menyepakati untuk tidak melakukan perbuatan yang berekses hukum, misalnya bentrokan.
Jika kesepakatan dilanggar kedua kelompok siap untuk diproses secara hukum. Kesepakatan terpenting lain yakni kedua pendukung calon kuwu berjanji akan menenangkan massa masing-masing sekaligus menjaga kondusifitas wilayah.
Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang menyambut baik perdamaian kedua kelompok pendukung calon kuwu tersebut. Ia berharap peristiwa di Desa Tegalwirangrong menjadi peristiwa pertama dan terakhir selama gelaran pemilihan kuwu dilaksanakan.
“Ini bentuk sikap dewasa mereka (para pendukung), kita apresiasi langkah kedua kelompok pendukung ini untuk kembali bersama-sama menjaga kondusifitas desa,” tukas Hafidh didampingi Kapolsek Sukagumiwang Kompol Lindon Affandi Siregar.
Hafidh menuturkan secara umum situasi keamanan di 171 desa yang menyelenggarakan pemilihan kuwu terpantau baik. Petugas kepolisian bersama TNI dan Satpol PP terus melakukan pendekatan dan imbauan kepada para calon kuwu dan pendukungnya agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat provokatif.
“Bhabinkamtibmas bersama Babinsa dan Satpol PP selama dua puluh empat jem penuh berkeliling menyerukan pemilihan kuwu damai. Alhamdulillah, sejauh ini responnya baik,” tukas Hafidh.
Diberitakan sebelumnya, dua kelompok pendukung kuwu di Desa Tegalwirangrong terlibat aksi saling dorong dan baku hantam. Insiden itu terjadi saat digelar agenda pengundian nomor urut calon kuwu Kamis 22 April lalu.
Karena situasi nyaris tidak terkendali, polisi sempat meletuskan tembakan ke udara agar perkelahian berhenti. Sejumlah warga yang terlibat baku hantam segera diamankan aparat keamanan. Beruntung pertikaian berhasil dikendalikan.(kacim)

Share and Enjoy !

Shares

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *