Orang Tua Siswa SMAN/SMKN Kab Bekasi Menjerit

Breaking News Pendidikan

 SPP Gratis Ridwan Kamil Jadi Alasan Timbulnya Berbagai Pungutan di Sekolah

koranpotensi.com – Bekasi

Pemberlakuan SPP gratis di SMAN/SMKN se-Jawa Barat yang digagas oleh Gubernur Ridawan Kamil, di awal Tahun Ajaran 2020/2021, yang bertujuan untuk membantu masyarakat khusunya masyarakat yang kurang mampu sepertinya menjadi bumerang bagi masyarakat di Kabupaten (Kab) Bekasi, pasalnya ragam pungutan berkedok sumbangan diberlakukan di SMAN/SMKN yang ada di Kab Bekasi dengan alasan untuk menutupi kekurangan anggaran sekolah karena adanya larangan pemungutan iuran SPP.

Ironisnya, ragam pungutan yang disebut-sebut sebagai sumbangan tersebut oleh beberapa Kepala sekolah ditagih secara paksa kepada orang tua siswa tanpa memperdulikan kondisi ekonomi keluarga yang kehilangan pendapatan akibat terdampak pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia sehingga banyak orang tua siswa menjerit karena terpaksa harus mengutang untuk menutupi pembayaran sumbangan sekolah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Masayarakat Peduli Hukum dan Pemerintahan (Ketum MAPHP) John W Sijabat kepada awak media Sabtu (12/06-2021) lalu saat dimintakan tanggapannya terkait  adanya salah satu Siswa SMAN 1 Cibitung yang diharuskan membayar sumbangan untuk pembelian mebeler terlebihdahulu agar mendapatkan Kartu Tanda Peserta Ujian sebagaimana ditayangkan media online lensapendidikan.com pada Rabu (09/06-2021) lalu.

Diberitakan bahwa salah satu orang tua siswa SMAN 1 Cibitung terpaksa meminjam uang kepada bank keliling untuk membayar sumbangan dana pembelian mebeler agar anaknya dapat mengikuti ujian, karena pihak tata usaha sekolah tidak bersedia memberikan Kartu Peserta Ujian sebelum anaknya melakukan pembayaran.

“Menurut Ridwan Kamil, langkah pembebasan biaya SPP tersebut menjadi poin pembenahan bidang pendidikan di Jawa Barat, bahkan untuk siswa yang tidak mampu di swasta, Ridwan Kamil menyatakan ada biaya dari Pemprov untuk meringankan dan menggratiskan biaya pembelajaran.

Jadi, kalau ada orang tua siswa yang terpaksa harus mengutang di bank keliling hanya untuk membayar  dana sumbangan pembelian mebeler agar dapat mengikuti ujian, maka Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selaku  Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah telah gagal khusunya dalam bidang penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah, karena kebijakan SPP gratis yang dibuatnya berdampak timbulnya berbagai pungutan di sekolah.

Dalam  ketentuan Pasal 23 ayat (1) UUD 1945, dikatakan bahwa : Anggaran Pendapatan dan Belanja sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan Undang-Undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Jadi setiap kebijakan keuangan yang mengakibatkan kesengsaraan bagi rakyat, merupakan kegagalan penguasa (gubernur-red) dalam menjalankan amanah undang undang dan rakyat dapat menarik kembali kepercayaan yang deberikan kepadanya, baik dengan cara santun bahkan dapat dilakukan dengan cara paksa melalui gugatan di PTUN” ujar John

Ditambahkan John, akibat kebijakan SPP gratis, banyak orang tua siswa di Kab Bekasi menjerit  karena di SMAN/SMKN Kab Bekasi diberlakukan beragam pungutan berkedok sumbangan seperti untuk pembelian mebeler di SMAN 1 Cibitung sebesar Rp.750.000/siswa dan dijadikan salah satu syarat untuk dapat mengikuti ujian padahal saat pandemi Coved-19 ini seluruh KBM diselenggarakan secara daring (online) sehingga mebeler bukan merupakan suatu kebutuhan yang mendesak, sementara di SMAN lainnya untuk pembayaran guru honorer dibebankan sebesar Rp.7o0.000/siswa dan di SMAN lainnya untuk kekurangan biaya pendidikan dipungut Sumbangan toleransi  sebesar Rp 1.945.000, serta berbagai jenis pungutan lainnya yang diberlakukan di SMAN/SMKN yang ada di Kab Bekasi.

Bahkan lanjut John, salah satu media dengan jelas memparkan bahwa di salah satu SMAN Kab Bekasi ada pungutan yang ditarik dari siswa/I kelas X hingga kelas XII sebesar Rp.1.065.000,- dengan rincian dana tabungan Rp.285.000/tahun, uang kesehatan Rp.200.000/tahun, khusus untuk Kelas XII dipungut untuk biaya legalisir Ijaza Rp.130.000, biaya perpisahan Rp.450.000 dan biaya foto Rp.250.000,- padahal dimasa pandemi Covid-19 ini kegiatan tatap muka tidak diperkenankan sehingga biaya untuk kegaitan perpisahan dan foto patut dipertanyakan.

“Berbagai pungutan tersebut sangat memberatkan orang tua siswa/i, terlebih dimasa pandemi Covid-19 ini banyak orang tua yang kehilangan sumber pendapatan. Dengan adanya hutang baru untuk membayar sumbangan, apalagi hutang tersebut berasal dari bank keliling yang bunganya tergolong besar dan di hitung harian, maka kebijakan SPP gratis Ridwan Kamil bukannya membantu masyarakat, justru semakin menyengsarakan masyarakat. Hal tersebut bertentangan dengan pasal 23 UUD 1945, yang mengamanatkan agar uang yang di kutip dari rakyat sepenuhnya digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, bukan untuk menyengsarakan rakyat.” tegas John.

Ketika terkait adanya pembayaran sumbangan mebeler yang dijadikan syarat untuk mendapatkan Kartu Tanda Peserta Ujian tersebut coba dikonfimasikan kepada Kepala SMAN 1 Cibitung Jumat (11/06) beliau tidak berada di tempat. Sementara bagian humas yang dihubungi melalui pesan whatsahpp tidak memberikan tanggapan, seraya mengatakan bahwa pesan dan berita yang dikirimkan kepadanya telah disampaikan kepada kepala SMAN 1 Cibitung namun tidak mendapatkan tanggapan.

Terpisah, Kasubag KCD Wilayah III Pendidikan Prov Jabar saat dikonfirmasi melalui whatsapp di nomor 0878 2335 XXXX menyatakan “mohon maaf pak.. bukan kapasitas saya menanggapi informasi tersebut”.

Demikian juga Kepala KCD Pendidikan Wilayah III Prov Jabar yang dihubungi melalui whatsapp berjanji akan menindaklanjuti terkait pemberitaan tersebut. @ EBET S/Preston 

Share and Enjoy !

Shares

Facebook comments:

1 thought on “Orang Tua Siswa SMAN/SMKN Kab Bekasi Menjerit

  1. ada ada saja kasihan bangat ya orang tua murid itu padahal anggaran buat pendidikan lumayan lho,jangan2 sampai minjam ke On line 700,000 bisa huyang jadi 70 jt ……😭😭😭😭😭😭

Leave a Reply

Your email address will not be published.