Lantaran hasil Tangkap Ikan Anjlok, Nelayan Asal Indramayu Tenggelamkan Perahunya

Bisnis & Ekonomi

koranpotensi.com – Indramayu

Sedikitnya lima perahu nelayan di Muara Ujunggebang Kabupaten Indramayu sengaja ditenggelamkan pemiliknya. Hal itu dilakukan lantaran mereka frustasi karena tangkap ikan anjlok.

Dalam setahun terakhir, dari sebanyak 155 perahu nelayan di Muara Ujunggebang kini hanya tersisa sekitar 115 saja.

Muara Ujunggebang itu sendriri terletak di Kecamatan Sukra, wilayah Indramayu paling barat berbatasan dengan Kabupaten Subang.

Minimnya jumlah tangkap ikan dalam setahun ini, menurut nelayan setempat, dampak dari adanya pembangunan pemecah gelombang di Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang.

Informasi itu terungkap saat ratusan nelayan menuntut kompensasi atas kerugian yang mereka alami setelah adanya pembangunan Pelabuhan Patimban.

Tuntutan kompensasi mereka disampaikan dihadapan Bupati Indramayu, Nina Agustina dan Bupati Subang, Ruhimat, dalam pertemuan di kantor Bupati Subang belum lama ini.

Selain kedua bupati,hadir juga perwakilan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Patimban. Mereka ikut diundang untuk mendengar keluhan para nelayan yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Indramayu dan Subang itu.

“Bangunan pemecah gelombang di Pelabuhan Patimban menimbulkan dampak hingga ke Muara Ujunggebang. Paling dirasakan setahun terakhir ini. Jumlah perahunya sekarang berkurang jauh, malah ada sekitar 5 perahu yang ditenggelamkan pemilknya karena frustasi,” ujar Junanto, perwakilan nelayan, Senin 23 Agustus 2021.

Selain dampak kerusakan muara, akibat lain menurut Junanto yakni anjloknya hasil tangkap ikan, terutama bagi kapal berukuran 2-3 grosston (GT).

“Satu tahun ini pemilik kapal 2 sampai 3 GT penghasilannya turun sampai Rp100 juta. Atau biasanya Rp7 juta setiap hari, sekarang hanya Rp1-2 juta saja. Itu belum dipotong perbekalan yang biayanya hampir separuh dari pendapatan harian,” tukas Junanto.

Menanggapi hal itu, Bupati Subang, Ruhimat, menyatakan akan menindaklajuti protes nelayan dalam dua minggu ke depan. Pemkab Subang, kata Ruhimat, akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Indramayu.

Namun Ruhimat meminta agar nelayan tidak melalukan aksi unjuk rasa lagi.

“Semuanya harus berdasarkan aturan, harus ada keseimbangan antara tuntutan nelayan dan aturan yang dimiliki KSOP. Operator pelabuhan dalam hal ini KSOP memiliki kebijakannya sendiri,” ujar Ruhimat.

Senada dengan Ruhimat, Bupati Indramayu, Nina Agustina, menyatakan kehadirannya di Subang merupajkan bentuk dukungan untuk para nelayan Indramayu yang terdampak.

Hanya saja, kata dia, tidak bisa dipungkiri jika Pelabuhan Patimban itu termasuk dalam proyek strategis nasional. Oleh karenanya, Nina berharap ada solusi yang tepat bagi semua pihak.

“Tetapi kalau ada yang tidak terakomodir, jangan ada yang memprovokasi. Kita cari solusi terbaik untuk semuanya,” ungkap Nina.

Ikut hadir mendampingi Nina Agustina, Sekda Pemkab Indramayu, Rinto Waluyo dan Kabag Operasional Polres Indramayu, Kompol Agta Bhuwana Putra.(kacim)

Share and Enjoy !

Shares

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *