Anggota DPRD Jadi Tersangka Dugaan Pembantaian Dua Petani Tebu,Ketua DPRD Indramayu Ikut Perihatin

Breaking News

koranpotensi.com – Indramayu

Taryadi, Anggota DPRD Indramayu dari Partai Demokrat ditetapkan sebagai tersangka bersama enam orang lainnya dalam kasus dugaan pembantaian dua petani tebu.

Taryadi menjadi tersangka atas kapasitasnya sebagai Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (FKAMIS), kelompok yang dianggap bertanggungjawab atas kematian dua petani tebu buntut sengketa lahan garapan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Indramayu, Syaefudin, menyatakan keprihatinannya. Ia menyampaikan ikut menyesalkan terjadinya peristiwa berdarah tersebut.

“Atas nama pribadi dan lembaga tentu saja kami menyesalkan terjadinya peristiwa kekerasan itu,” tukas Syaefudin, Jumat 8 Oktober 2021.

Terkait dengan hak imunitas yang melekat pada anggota DPRD, imbuh dia, hanya berlaku saat yang bersangkutan menjalankan tugas dan fungsi DPRD.

Hak imunitas akan gugur, imbuh dia, apabila legislator tersandung perkara hukum pada kegiatan diluar tugasnya sebagai wakil rakyat.

“Undang-undang sudah mengatur itu, secara otomatis hak imunitasnya gugur,” tegas Syaefudin.

Namun begitu, kata dia, pihaknya tetap menghormati proses hukum yang sedang dijalankan oleh Taryadi.

“Kami hormati proses hukum pada kasus yang sedang dijalani anggota kami di kepolisian,” tutur dia.

Taryadi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan keterlibatan pembantaian dua petani penggarap tebu di Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu, Senin 4 Oktober 2021 lalu.

Taryadi diamankan bersama sejumlah orang lainnya yang disebut sebagai pentolan FKAMIS. Taryadi adalah Ketua FKAMIS.

Mereka ditangkap dalam sebuah pengepungan disebuah rumah yang dijadikan markas FKAMIS tersebut.

Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif, mengatakan, dari hasil pemeriksaan para saksi dan olah TKP, Taryadi ikut bertanggung jawab atas kematian dua petani tebu.

Lukman menyebut, sebagai Ketua FKAMIS, Taryadi memiliki peran menggerakkan dan memprovokasi massa sehingga terjadi bentrokan berujung maut.

Taryadi juga menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas tindakan massa anggota FKAMIS melawan petugas.

“Ketua FKAMIS juga menghasut dan menggerakkan massa untuk melakukan penyerangan terhadap petani tebu mitra PG Jatitujuh. Dia juga yang memprovokasi massa untuk melawan kami, saat melakukan pengamanan,” tukas Lukman.*kacim

Share and Enjoy !

Shares

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published.