PN Indramayu Memvonis 12 Tahun Pembuat Rp24 Miliar Upal

Hukum

koranpotensi.com – Indramayu

Pengadilan Negeri (PN) Indramayu memvonis 12 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider 6 bulan, terhadap terdakwa Gus Gufron, otak pelaku pembuat Rp24 miliar uang palsu (Upal).

Vonis hakim terhadap Gus Gufron dijatuhkan dalam sidang putusan yang digelar PN Indramayu, Kamis, 8 Oktober 2021.

Selain Gus Gufron, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman penjara bagi tiga terdakwa lain atas kasus yang sama.

Mereka adalah Cariyah, divonis 6 tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsider 2 bulan. Lalu Samsudin diganjar 9 tahun penjara dengan denda Rp2 miliar subsider 4 bulan.

Terakhir, terdakwa Imam Kudori yang diputus 8 bulan penjara dengan denda Rp1 miliar subsider 1 bulan.

“Para terdakwa secara sah dan meyakinkan, terbukti melanggar pasal 36 ayat 3 UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Vonis tertinggi diberikan kepada terdakwa Gufron, 12 tahun penjara,” ungkap Ketua PN Indramayu, Indrawan, didampingi Humas PN, Fatchu Rochman, Jumat 8 Oktober 2021.

Terbongkarnya kasus sindikat uang palsu itu sendiri terjadi pada bulan Mei 2021 lalu.

Satuan Reskrim Polres Indramayu berhasil membongkar sindikat pembuat uang palsu. Empat orang berhasil ditangkap, satu diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur.

Dari tangan mereka, polisi menyita barang bukti uang kertas palsu pecahan seratus ribu yang dinilainya setara dengan Rp11,5 miliar.

Selain lembar rupiah, sindikat ini juga memalsukan uang dolar Amerika, Canada dan Singapura.

Di sebuah tempat di wilayah Kecamatan Kedokanbunder, polisi menemukan dua orang dengan gelagat mencurigakan. Saat didekati, tiba-tiba salah satu diantaranya berlari menghindari petugas.

“Tentu saja petugas jadi curiga hingga menangkap salah satu diantaranya yang tidak sempat kabur,” tutur Kasat Reskrim AKP Luthfi Olot Gigantara didampingi Paur Humas Ipda Agus Setiawan.

Belakangan diketahui, laki-laki itu bernama Cariyah. Dari Cariyah polisi kemudian berhasil menemukan tindak kejahatan mereka yang ternyata merupakan jaringan sindikat pencetak dan pengedar uang palsu.

Dari keterangan Cariyah, polisi kemudian menangkap Samsudin dan terakhir Gus Gufron dan Imam Kudori. Dari penangkapan itu, polisi menemukan uang palsu yang disimpan oleh mereka.

“Dari Samsudin kita temukan uang palsu pecahan Rp100 ribu yang disimpan di jok motor. Rencananya uang itu mau ditukar ke seseorang yang identitasnya masih didalami. Tadinya akan ditukar dengan uang asli sebesar Rp100 juta,” tutur Hafidh.

Hasil penelusuran, kemudian diperoleh pengakuan dari Gus Gufron dan Imam Kudori, yakni uang senilai Rp11 miliar. Tersimpan dalam sebuah gudang tersembunyi di tengah areal empang atau tambak udang di Desa Cemara, Kecamatan Losarang.

Pengakuan awal, uang palsu yang tersimpan nilainya Rp24 miliar. Namun setelah dihitung ternyata hanya Rp11 miliar pecahan Rp100 ribu, sebagian kecil masih dalam bentuk lembaran dan belum dipotong.*kacim

Share and Enjoy !

Shares

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *