BKKBN: Percepatan Penurunan Stunting dengan Dua Intervensi

Breaking News Megapolitan

koranpotensi.com – Jakarta

Pemerintah terus melakukan upaya percepatan penurunan stunting di tanah air agar target prevalensi sebesar 14 persen di 2024 dapat tercapai. Ada dua jenis intervensi yang dilakukan untuk percepatan penurunan stunting, yaitu intervensi sensitif dan intervensi spesifik.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, saat konferensi pers usai Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, Selasa (11/1/2022), secara virtual.

“Berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah, angka stunting yang tercatat sebesar 36,8 di 2007 dapat diturunkan hingga menjadi 24,4 di 2021. Ada dua intervensi yang dilakukan untuk percepatan penurunan stunting,” kata Hasto.

Yaitu intervensi spesifik berkaitan dengan penyebab langsung stunting umumnya di sektor kesehatan. Sedangkan intervensi sensitif berhubungan dengan penyebab tidak langsung yang dilaksanakan lintas sektor.

Hasto mengatakan intervensi sensitif ini pengaruhnya cukup besar, sebesar 70 persen seperti yang dikatakan Menteri Kesehatan. Antara lain adalah lingkungan yang bersih, air bersih tersedia, kemudian kemiskinan, pendidikan, itu adalah faktor-faktor yang sifatnya sensitif

Penguatan intervensi sensitif di sisi hulu harus sejalan dengan penguatan intervensi spesifik di sisi hilir. Faktor spesifiknya ini juga dikuatkan karena kalau dari proporsi anggaran yang ada memang masih butuh dukungan untuk yang hal-hal yang sifatnya kuratif, tidak sekadar promotif dan preventif.

Intervensi spesifik ditujukan kepada ibu sebelum masa kehamilan (remaja putri) dan balita. Hasto pun mengapresiasi langkah-langkah strategis yang telah dirancang oleh Kementerian Kesehatan untuk melakukan berbagai intervensi spesifik ini.

“Saya senang tadi mendengar apa yang disampaikan Pak Menteri Kesehatan banyak sekali langkah-langkah strategis yang di (intervensi) spesifik ini. Constraint-constraint-nya sudah sangat dikuasai oleh Pak Menteri Kesehatan dan kemudian dilakukan intervensi di situ, termasuk pemberian ASI, pemberian makanan tambahan, imunisasi, dan sebagainya,” tutur Hasto.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta, sebagai pelaksana percepatan penurunan angka stunting nasional, memastikan intervensi-intervensi yang dilakukan untuk penurunan stunting tersebut tepat sasaran.

“Pada prinsipnya arahan Bapak Presiden memang kita harus fokus dan kemudian intervensinya harus tepat sasaran. Kami di BKKBN ini yang ditunjuk sebagai pelaksana di lapangan terutama, kami harus mengawal apakah intervensi itu bisa tepat sasaran,” kata Hasto. AZ

Share and Enjoy !

Shares

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published.